Usaha

Masa Dasa Warsa Pertama 1966 –1976
Masa tahun 1962-1966 beberapa tenaga edukatif dilibatkan, dalam bidang administrasi, permodalan, perkreditan maupun dalam bidang usaha. Antara tahun 1969-1971 kegiatan usaha koperasi mulai mengalami pertumbuhan yang ditandai dengan penyempurnaan organisasi dan pembenahan permodalan.  Kegiatan usaha semakin meningkat yang ditandai dengan meningkatnya modal kerja. Pencairan kredit ke anggota juga semakin meningkat jumlahnnya karena pada masa ini koperasi mampu memberi pinjaman keanggotanya untuk kontrak rumah, perbaikan rumah, dan pembelian kendaraan bermotor. Klasifikasi pinjaman keanggota dibedakan dalam 2 kelompok : kelompok pertama dinamakan kredit dana A yang sumber dananya dari ekuitas sendiri, dan kelompok yang kedua dinamakan kredit dana B dengan sumber dananya dari luar seperti deposito. Menurut hasil penilain, KPRI Handayani Semarang saat itu tergolong ke dalam klasifiksi A, atau  mantap, dan sebagai percontohan bagi koperasi lain.

Masa Dasa Warsa Ketiga 1976 – 1986
Peningkatan kegiatan KPRI Handayani Semarang mulai tampak dalam usaha pertokoan yang diperluas dengan barang-barang kelontong keperluan sehari-hari, barang-barang keperluan kantor, alat tulis keperluan mahasiswa dan anak-anak sekolah. Penyaluran jatah beras pegawai negeri tetap ditangani koperasi disamping tetap menyediakan bahan kebutuhan pokok lainnya. Hubungan dengan pihak perbankan mulai dirintis tahun 1978, khususnya untuk memenuhi kebutuhan kredit kendaraan bermotor roda duadan  penyediaan barang kebutuhan sekunder seperti barang elektronik, televisi, pesawat radio, tape recorder dan barang lainnya seperti mesin jahit, sepeda, lampu petromak, serta alat-alat rumah tangga lainnya. Pada periode ini pengelolaan usahalebih terencana. Perumusan target pencapaian tujuan diterapkan secara cermat, dengan kemampuan memendang masa depannya. Setiap kegiatan rapat pengurus dan badan pemeriksa direkam dalam buku notulen, dan laporan-laporan pertanggungjawaban dibukukan. Sementara itu struktur organisasi, ketertiban administrasi dan keadaan permodalan makin mantap. Fungsi pengurus lebih ditingkatkan guna menjamin kelancaran pelayanan melalui pendampingan pengelolaan usaha. Komunikasi dengan pihak luar mulai berjalan dengan lancar, informal, dan pelaporan triwulan dirintis secara teratur.

Masa Dasawarsa Keempat (1986 – 1996)
Hal penting yang patut dicatat pada  masa ini adalah semakin meningkatnya usaha pertokoan, penambahan modal kerja melalui kerjasama dengan perbankan seperti; Bukopin, BPD, dan Induk Koperasi Pegawai Negeri, kerjasama dengan PT Telkom bidang usaha wartel, dan kerjasama dengan FPTK dalam membantu pelayanan servis kendaraan roda empat bagi para anggota.
Memasuki tahun 1993 kegiatan-kegiatan usaha semakin berkembang, perencanaan usahanya terukur, dan akuntabilitas segala sektor usaha semakin baik. Kegiatan usaha pertokoan pelayanan semakin ditingkatkan dengan kerjasama dengan suplyer baru, melakukan JUK dengan PKPRI dalam pendirian Swalayan Peni di Jl. Menoreh Raya 150 Semarang, melakukan ekspansi unit pertokoan dengan mendirikan agen di gedung Jl. Kelud Utara III Semarang, memindahkan kegiatan mini market ke Jl. Kelud Raya 2 Semarang dari yang sebelumnya Jl. Kelud Utara III, membangun gedung dan sekaligus membuka unit mini market di sekaran, memindahkan kegiatan Simpan Pinjam di gedung baru di Sekaran, melakukan manajemen stok secara baik dengan hasil stok barang lebih bervariasi, dan adanya trobosan pemasaran dengan kupon belanja sedangkan dibidang jasa dijalin kerjasama dengan Puspa Tour untuk paket tour, penjualan tiket, dan kiriman paket. Dibidang permodalan dijalin kerjasama dengan BKE, dan Bank Bukopin Cabang Semarang. Untuk BKE KPRI Handayani ikut andil dalam kepemilikan saham atau SKPB.

Masa Dasawarsa Kelima (1996 – 2006)
Pada tahun 1996 KPRI Handayani Semarang telah memiliki Rencana Induk selama 20 tahun yaitu tahun 1996 sampai dengan 2016 yang terbagi dalam empat tahap dengan meliputi bidang usaha/kegiatan ; simpan pinjam, pertokoan, distribusi, kesehatan, pendidikan, perumahan, dan jasa. Setelah ditetapkan Rencana Induk dan disetujui anggota maka adanya dinamika pengurus-pengawas pada setiap periode tetap mewujudkan pada citra usaha tahap demi tahap seperti maksud Rencana Induk tersebut
Tahun 1997 menjadi tahun yang membanggakan karena keberhasilan KPRI Handayani memperoleh penghargaan Koperasi perkotaan Terbaik Tingkat Nasional 1997, atas keberhasilan tersebut presiden memberi hadiah Bengkel AHASS.
Pada awal tahun 1998 KPRI Handayani Semarang mengalami dampak krisis moneter yang berakibat sangat luas di berbagai sektor usaha. Pondasi usaha yang sudah ditata sedemikian rupa belum siap menghadapi kejadian luar biasa ini karena memang struktur permodalan pada waktu itu rentan dengan pengaruh ekternal.
Antara tahun 2002-2004 dibuka kegiatan usaha baru,  atas kebijakan pimpinan UNNES Toko Buku Arjuna pengelolaannya diserahkan ke KPRI Handayani Semarang sehingga menjadi unit usaha  baru dengan nama Toko Buku Handayani, membuka usaha arisan sepeda motor yang membawa pengaruh yang baik pada kegiatan pelayanan AHASS, dan pada tahun 2004 Apotek Tulodho pengelolaannya diserahkan ke KPRI Handayani Semarang dan menjadi unit usaha beru dengan nama Apotek Handayani. Kegiatan usaha dengan prinsip efisiensi tanpa mengurangi pelayanan selalu menjadi titik perhatian koperasi. Penataan manajemen lebih diperhatikan dengan pembenahan pengelolaan usaha melalui mengangkat seorang manajer yang membawahi manajer unit.
Pada masa ini telah terjalin secara baik komunikasi dengan mitra kerja, karena KPRI Handayani Semarang menyadari mitra kerja sebagai komponen utama dalam mendukung peningkatan kinerja koperasi. Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja koperasi telah terjalin secara baik dengan lembaga keuangan yaitu PT Bank Jateng dan Bank Muamalat Indonesia. Kerjasama dalam rangka kemitraan yang saling menguntungkan telah terjalin secara baik meliputi : kerjasama dengan PT Indofood Sukses Makmur dalam pengelolaan Mini Market Sekaran, kerja sama dengan PT Astra International Tbk dalam kemitraan pengelolaan AHASS dan pengadaan kendaraan roda dua untuk kebutuhan arisan, dan kerjasama dengan PT PLN Persero dalam rekanan pengadaan obat untuk penggantian resep sebagai sarana kesehatan karyawan PLN pada unit Apotek Handayani.

Masa Dasawarsa Keempat (2006 – 2016)
Jenis Usaha  yang dikelola oleh koperasi berdasarkan kebutuhan anggota serta juga mengacu pada penyesuaian perkembangan pada kondisi yang ada. Pada saat ini KPRI Handayani Semarang memiliki 3 unit usaha, yaitu  Unit Simpan Pinjam; Unit Pertokoan  yang meliputi Mini Market Kelud dan Mini Market Sekaran,; serta Unit Jasa yang meliputi Pembayaran Rekening, Arisan Sepeda Motor Honda, Bengkel AHASS, dan Rekanan Pengadaan Barang.
Dari kondisi yang ada memang ada penurunan usaha dan peningkatan usaha, untuk penurunan usaha terjadi karena kondisi lingkungan usaha yang kurang memungkinkan untuk dikembangkan seperti pada ; travel, foto copy, grosir, JUK Peni, pembagian beras jatah pegawai IKIP, Toko Buku , dan Apotek.
Secara divisi usaha kegiatan usaha KPRI Handayani Semarang terbagi dalam dua divisi yaitu divisi area usaha di kampus Sekaran dan divisi area usaha di kampus UNNES lama yaitu di Jl. Kelud Raya 2 Semarang. Dari dua divisi ini secara manajemen tetap mengacu pada sistem yang standar dengan garis koordinasi tetap satu pintu. Secara keseluruhan unit usaha KPRI Handayani Semarang diperlakukan dengan otonomi administrasi akuntansi dan pengelolaan.  Ini diperlukan untuk meningkatkan kinerja unit usaha tersebut melalui kemandirian dalam berusaha.

Leave a Comment