Pertokoan

Visi
Menjadi toko swalayan berdaya saing global.
Misi

  1. Mengembangkan pelayanan yang responsif dan inovatif, tanggap terhadap aspirasi, kebutuhan dan kepentingan anggota dan masyarakat.
  2. Meningkatkan pendapatan hasil usaha melalui melalui pengelolaan resiko usaha yang responsif, serta pengaturan beban dan efisiensi biaya.
  3. Menggalang kerjasama dan kemitraan usaha dengan mengutamakan prinsip sinergi, kesetaraan dan keuntungan bersama.
  4. Meningkatkan motivasi dan semangat kerja karyawan secara optimal melalui   peningkatan  dedikasi,  disiplin, dan kemampuan kerja serta penghargaan yang memadai sesuai dengan   kinerjanya.

Prosedur Pengadaan Barang Dagang

  1. Pembelian barang dagang dilakukan dengan tujuan untuk dijual kembali.
  2. Pembelian barang dagang diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perputaran barang tersebut, sehingga ada kelompok barang yang perputarannya sangat cepat, kelompok barang yang perputarannya sedang, dan kelompok barang yang perputarannya lambat.
  3. Pembelian barang dapat dilakukan secara tunai apabila barang tersebut masuk dalam kelompok barang yang perputarannya sangat cepat, kecuali adanya permintaan/pesanan dari rekanan.
  4. Untuk kelompok barang yang perputarannya sedang atau lambat kebijakan pengadaan barang melalui pembelian bersyarat/kredit atau konsinyasi.
  5. Kebijakan pembelian dengan syarat/kredit diprioritaskan untuk suplyer yang memberikan perlakuan khusus seperti retur, potongan, dan discount khusus.
  6. Karyawan, pengurus, dan pengawas dilarang menjadi pemasok barang dagang sesuai dengan ketentuan AD/ART.
  7. Pembelian barang dagang harus disertai administrasi akuntansi secara baik, mulai dari dokumen transaksi sampai dengan system administrasi pembelian seperti surat jalan, surat pengantar, faktur, nota kontan, buku pembelian, dan sebagainya.

Prosedur Penjualan Barang Dagang

  1. Penjualan barang dagang dilakukan secara tunai maupun secara kredit  dan penjualan diperuntukkan bagi anggota koperasi maupun bagi masyarakat umum.
  2. Penjualan secara kredit hanya diperlakukan bagi anggota koperasi dan rekanan tetap koperasi.
  3. Pada kondisi memungkinkan maka penjualan dapat dilakukan dengan perlakuan harga khusus (discount) atau dengan pemberian hadiah langsung bagi konsumen.
  4. Penjualan barang dagang secara kredit harus disertai dokumen dan sistem administrasi akuntansi secara baik seperti bukti pesanan barang, kartu piutang, buku penjualan, dan sebagainya.
  5. Khusus karyawan koperasi penjualan dilakukan secara tunai.
Leave a Comment