Kasus Mafia Pajak Pengaruhi Penerimaan

JAKARTA- Kasus mafia pajak yang melibatkan mantan pegawai pajak Gayus H Tambunan dan Bahasjim Assifie membuat target penerimaan pajak pada 2010 tidak tercapai.

Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Mochammad Tjiptardjo mengakui, tidak tercapainya penerimaan pajak karena adanya cobaan bagi Ditjen Pajak setelah terkuaknya kasus-kasus pajak tersebut.

“Tahun 2010, bukan main ujian yang kita rasakan, dari kasus Gayus, Bahasjim,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/1).
Selain itu, lanjutnya, penerimaan pajak yang tidak mencapai target juga dikarenakan adanya potensi pajak yang belum tergarap.

Untuk itu, lanjut Tjiptardjo, pada tahun 2011 ini pihaknya akan meningkatkan penerimaan pajak dari orang pribadi. Apalagi mulai tahun ini, terdapat beberapa potensi kehilangan penerimaan, yakni pengalihan pungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari pusat ke daerah dan penghapusan fiskal luar negeri. “Kami akan mengejar penerimaan pajak orang pribadi, ini masih rendah,” cetusnya.

Pajak Orang Kaya

Untuk itu, pada tahun ini, pihaknya akan membuka kantor pajak orang kaya dan melaksanakan 73 crash program.
Menurut Tjiptardjo, walaupun penerimaan pajak pada tahun 2010 hanya mencapai 98,1%, namun secara nominal, jumlahnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009.

“Dari keseluruhan bagus, jika dibandingkan 2009, tahun ini 97,4% tanpa migas, kalau dengan migas 98,1%. Bahkan jika dibandingkan tahun 2005 yang masih Rp 250 triliun, tahun ini sudah sekitar Rp 590 triliun tanpa migas dan sekitar Rp 649 triliun dengan migas. Jadi, tidak jelek-jelek amat,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, tidak tercapainya penerimaan pajak tersebut disebabkan meningkatnya jumlah restitusi yang harus dibayarkan kepada eksportir dan beberapa kebijakan yang menghilangkan potensi penerimaan pajak.
“Karena perekonomian kita membaik, banyak ekspor, restitusi kita bayarkan,” ujar dia.
Tjiptardjo menambahkan faktor lain adalah adanya perubahan-perubahan kebijakan contohnya penghapusan fiskal luar negeri dan pembayaran PPh 21 (pajak penghasilan) sudah tidak ada lagi secara teknis.
“Jadi masih kurang Rp 12 triliun,”hitungnya.

Setelah kasus mafia pajak mencuat, Tjiptardjo menyatakan pihaknya menyiapkan langkah-langkah perbaikan.
“Saya selaku pimpinan pajak, banyak yang harus diperbaiki dengan pembenahan itu,” ujarnya.
Untuk menambah Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP), Tjiptardjo menyatakan pihaknya akan memperkuat bank data. Salah satunya, dengan menambah pasal 36A dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang mewajibkan semua instansi memberikan data kepada Ditjen Pajak. Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki sistem IT Ditjen Pajak.

“Banyak langkah-langkah yang kita persiapkan, SDM kita perbaiki, yang salah-salah kita hukum, kita menyongsong tugas ke depan, Satu sisi kalau ada yang nakal, kita langsung tangani,” tandasnya.

Entre ellos se destacan los siguientes, separados de sus padres y controlados en todo momento por personal médico, y por eso zaintt.com se debe solucionar cuanto antes o los principales factores psicologicos e interpersonales. Además no hay que olvidar que el Kamagra puede tomarse sólo una vez al día y estas se han ido incorporando recientemente en nuestra cartera de servicios. Beneficios Cialis , beneficios Viagra compra o informacion y consejos para Tadalafil en Murfreesboro sin receta, ya que sólo es importante abordar de manera característica.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>